Rabu, 09 Januari 2013

GEJALA ALAM YANG TERJADI DI INDONESIA

GEJALA ALAM YANG TERJADI DI INDONESIA

Bencana di Indonesia
secara geologis letak wilayah indonesiayang dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu pegunungan Mediterania di sebelah barat dan pegunungan Sirkum pasifik di sebelah timur menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadi bencana. Bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia antar lain: banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor.
Peran serta masyarakat dan pemerintah
Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam. Mulai dari persiapan peralatan untuk mendeteksi  terjadinya bencana seperti pada bencana tsunami dan gunung meletus, pembuatan jenis bangunan  yang tahan terhadap bencana gempa, pengelolaan tata kota dan kesadaran warga masyarakat untuk menanggulangi bencana banjir ataupun pemeliharaan daerah hulu sungai dan pegunungan serta hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsor. Untuk masalah yang berkaitan dengan  keadaan lingkungan, tentu hal ini juga membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan yang dapat dimulai dari lingkungan disekitar tempat tinggalnya.
Persiapan yang harus dilakukan
Seringkali karena bencana alam datang secara tiba-tiba, kita menjadi panik dan tidak tau apa yang harus dilakukan, yang dipikirkan adalah untuk segera lari menyelamatkan diri. Masalah yang lain-lain seperti rumah dan harta benda tidak akan terpikirkan sama sekali. Walaupun demikian tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya bencana, dengan cara mengumpuklan dokumen-dokumen penting yang didalam rumah. Hal ini dimaksudkan apabila bencana sudah selesai, maka para korban bencanapun masih harus tetap melanjutkan hidup dan dokumen tersebut dapat digunakan untuk melanjutkan hidup.
Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa:
  •  ijasah pendidikan
  • Surat kepemilikan tanah, rumah, kendaraan dll.
  • Akte lahir dan kartu keluarga
  • Polis asuransi beserta nomor agen yang dapat dihubungi
  • Surat wasiat
  • Nomor telepon anggota keluarga
Mengahadapi bencana dan menghindari jatuhnya korban jiwa
apabila terjadi kejadian bencana, maka rasa panik, bingung dan ketakutan akan segera menyerang. Tak jarang jatuhnya korban jiwa lebih karena disebabkan ketakutan dan kepanikan yang terjadi bukan karena akibat langsung dari terjadinya bencana. Berikkut hal-hal yang dapat dijadikan pedoman untuk menghadapi terjadinya bencana supaya dapat menghindari adanya korba jiwa.
  1. Bencana gempa bumi
    jika gempa bumi mengguncang seara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.
  • Di dalam rumah
    Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan  keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah kebawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
  • Di sekolah
    lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas ataupun yang anda bawa.

  • Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasr mall
     
    jangan menyebabkan kepaniakan atau korban dari keanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.
  • Di dalam lift
    jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak di dalam lift, hubungi manager gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
  • Di kereta api
    berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta.salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
  • Di dalam mobil
    saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan –akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil , jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
  • Di gunung/ pantai
    ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung, menjaulah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami , cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
2. Bencana banjir bandang
Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena penggundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.
Yang harus dilakukan:
  • Matikan aliran listrik didalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik diwilayah yang terkena bencana.
  • Mengungsi kedaerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.
  • Hindari berjalan didekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
  • Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.


Yang harus dilakukan setelah banjir
  • Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.
  • Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit  diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir
  • Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan atau binatang penyebar penyakit  seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk.
  • Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.


   Bencana tanah longsor
Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan,ataupun percapuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng.

Strategi dan upaya penanggulangan bencana tanah longor:
  • Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama lainnya.
  • Mengurangi tingkat keterjalan lereng
  • Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara drainase baik air permukaan maupun air tanah. Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan air dari lereng, menghindari air meresap kedalam lereng atau menguras air kedalam lereng. Jadi drainaseharus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air kedalam tanah.
  • Pembuatan bangunan penahan, jangkar(anchor)dan pilling
  • Terasering dengan sistem drainase yang tepat(drainase pada teras-teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air kedalam tanah)
  • Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat(khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanama yang lebih pendek dan ringan, dibagian dasar ditanam rumput)
  • Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat
  • Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan
  • Pengenalan daerah rawan longsor
  • Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan(rock fall)
  • Penutupan rekahan diatas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam tanah
  • Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction
  • Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel
  • Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.

4. Bencana tsunami
Tsunami  dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang  yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran. Kecepatan tsunami yang naik kedaratan(run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 km/jam dan ketinggian air tsunami yang pernah tercatat terjadi di indonesia adalah 36 meter yang terjadi pada saat letusan gunung api krakatau tahun 1883.
Di indonesia pada pada umumnya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi besar dibawah laut. Adanya tsunami tidak bisa diramalkan dengan tepat kapan terjadinya, akan tetapi kita bisa menerima peringatan akan terjadinya tsunami sehingga kita masih ada waktu untuk menyelmatkan diri.
Penyelamatan diri saat terjadi tsunami
Jika berada disekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ketempat yang tinggi(perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
Jika sedang berada didalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat kepantai. Arahkan perahu kelaut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun kedaerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama ada korban.

5. Bencana gunung berapi
Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktifitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Hampir semua kegiatan gunung api  berkaitan dengan zona kegempaan aktif. Sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yng sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar(magma). Magma akan mengintruksi batuan atau tanah disekitarnya melalui rekahan-rekahan mendekati permukaan bumi.


Jika terjadi letusan gunung berapi
  • Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
  • Ditempat terbuka lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnnya.
  • Jangan memakai lensa kontak

  • Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung
  • Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah  dengan kedua belah tangan
Saat terjadi letusan gunung berapi
  • Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
  • Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar